Posted in Artikel with tags , , on November 14, 2009 by baedowie

Aya – aya wae budak teh

ku : Owie

Euweuh kapaur ieu budak. Karak mah kamari di carekan ku indungna gara – gara rag-rag tina tangkal tangkil di astana, sirahna geus bocos nepikeun ka diperban kulawon bodas, percis jiga layar tanceb, leungeunna di bungkus kulawon kurut jiganamah elap etateh geus lekoh kitu sih, sukuna coba Read more »

Nasehat Pasca Ramadhan

Posted in Islam with tags , , on September 30, 2009 by baedowie

Oleh Kang Taqi (Sekjend Komunitas Muslim Muda Al-Fukr)

Tidak terasa Ramadhan akan meninggalkan kita. Bagi muslim yang merasakan kedekatannya dengan Ramadhan, pasti akan merasakan kesepian dan sedih ditinggalkannya. Berbeda dengan kalangan yang tidak dekat, mereka pun akan sedih, namun bukan karena akan ditinggalkan Ramadhan, melainkan karena belum membeli keperluan lebaran.

Ramadhan ibarat Sekolah

Pada dasarnya, Ramadhan ibarat sebuah sekolah yang menjadi tempat pengajaran dan pendidikan seorang anak manusia untuk menjadi lebih baik. Khusus untuk Ramadhan, tujuannya ialah untuk menjadikan orang yang melaksanakannya menjadi manusia bertaqwa. Dalam Albaqarah ayat 183, tujuan puasa bitu dinyatakan dengan jelas, “La’allakum tattaquun“. Agar kamu bertaqwa, ialah arti dari penggalan ayat itu.

Banyak ulama yang memberikan pengertian terhadap istilah taqwa. Secara umum, taqwa ialah melaksanakan segala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya. Taqwa dalam tujuan puasa bukan sejenak, bukan menjadi bertaqwa sesaat saja ketika Ramadhan, namun taqwa tersebut ialah berkepanjangan. Hal ini dibuktikan dengan pemakaian kata tattaquun dalam ayat puasa tadi, yakni menggunakan kata kerja (fi’il) mudhari’, yang berarti sedang dan akan terus berlangsung hingga waktu mendatang. Oleh karena itu, pasca Ramadhan, kita harus semakin taqwa, semakin menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi laranganNya. Dan, Ramadhan lah sekolah yang meluluskan pelaku (salik)nya menjadi manusia bertaqwa.

Sabar dan bertambah Ta’at

Berpuasa di perkampungan yang mayoritas beragama Islam tidak terlalu bermasalah, karena gangguannya tidak banyak. Namun, bila kita berada di perkotaan yang bercampur antara muslim dan non muslim, kita akan banyak terganggu dengan perilaku orang-orang yang tidak berpuasa. Perhatikan ketika kita berada di mall, pasar, terminal, dan stasiun, kita serasa tidak sedang berada di bulan Ramadhan, karena di sekeliling kita asap rokok berhamburan, misalnya. Tentu kita akan terganggu. Oleh karena itu, berpuasa di lingkungan tersebut diperlukan kesabaran yang tinggi, berbeda dengan di pedesaan yang tidak terlalu banyak gangguannya.

Ramadhan mengajarkan kita berlaku sabar. Bila kita menghadapi masalah berat dan stress, kita merasa tertekan, dan rasanya kita ingin marah. Inilah ujian ketika berpuasa. Ujian kesabaran itu bukan saat berpuasa, tapi setelah berbuka pun kita harus bersabar. Di saat berbuka, banyak makanan dan minuman yang menggoda. Kita jangan tergiur oleh perkara duniawi yang mengakibatkan kita berlebihan dalam menikmati hidangan berbuka.

Tidak hanya saat berpuasa dan berbuka kita diuji kesabaran. Oleh karena kita sudah terdidik untuk bersabar, maka saat berlebaran pun kita semampu mungkin untuk bersabar dan menahan diri dari perbuatan berlebihan dalam berlebaran. Sudah menjadi rahasia umum bila memasuki awal Syawal, kita selalu tergiur oleh kesenangan sejenak, padahal saat itu belum tentu seluruh umat Islam merayakannya dengan meriah. Lihat anak di pinggiran jalan, kolong jembatan, emperan toko, dan gelandangan kota, yang tidak berbaju baru serta bersenang ria. Maka dari itu, kita harus berlaku sabar terhadap kesenangan duniawi. Ingat kata ahli hikmah, laisal ‘ied liman labisal jadiid, wa lakinnal ‘ied liman tho’atuhu taziid. Artinya, hari raya ‘ied itu bukan bagi orang yang berpakaian baru, namun bagi orang yang bertambah keta’atannya.

Ada apa setelah Ramadhan?

Ada yang mengartikan bahwa Syawwal yang berarti “meningkat”, merupakan isyarat agar kita meningkatkan ibadah di bulan-bulan selanjutnya. Ada benarnya juga pendapat itu. Dalam ibadah haji, pelakunya selalu memohon untuk menjadi haji mabrur, yakni bila saat ibadah haji ia beribadah sungguh-sungguh, maka ibadah itu harus berlanjut. Sedangkan bagi puasa, gelar yang sering dituju ialah Muttaqiin, yakni menjadi orang bertaqwa. Seperti dibahas di atas, bertaqwa tidak saat Ramadhan saja, tapi harus berkelanjutan.

Setelah Ramadhan, banyak ibadah-ibadah lain yang bisa dilaksanakan. Ada ibadah wajib dan ibadah sunnah. Saya ingin mengqiyaskan mengenai ibadah wajib dan sunnah. Dalam usaha atau bisnis, tentu kita ingin untung. Dalam ibadah pun harus demikian. Ibadah wajib, itu modal. Kalau sekedar ibadah wajib saja, tentu hanya akan balik modal saja. Bila ingin untung, maka ibadah sunnah harus dilakukan. Wajibnya ditegakkan, sunnahnya dihidupkan!

Di bulan Syawwal ada ibadah sunnah puasab Syawwal enam hari. Di luar Ramadhan ada puasa seunnah hari Senin dan Kamis. Ada pula puasa ayyamul biidh, puasa tiga hari dalam sebulan; 13, 14, 15. Bahkan, ada pula puasanya Nabi Daud As; sehari puasa sehari berbuka. Selain itu pula ada puasa-puasa sunnah lainnya yang terikat waktu.

Tidak hanya puasa sunnah, namun shalat-shalat sunnahnya pun dihidupkan. Ada shalat malam, shalat dluha, shalat rawatib, shalat tasbih, shalat istikharah, dan lain-lain. Bahkan, ada ibadah sunnah lainnya, yakni shadaqah sunnah. Ingat, ash-shadaqatu tajliiburrizq; shadaqah itu dapat mengundang rizqi.

Sebagai muslim, tentunya, mengaji Alquran tidak hanya di bulan Ramadhan, namun di bulan-bulan lainnya. Bahkan tidak sekedar membaca, namun menghafal dan memahaminya dengan baik. Dengan demikian, kita dapat menjadi muslim seutuhnya. Muslim yang muttaqin dan muflihuun, sehingga keluar Ramadhan ini kita termasuk di antara golongan yang al-’aidiin wal faa iziin.

Saya yakin, bila kita keluar dari Ramadhan berpredikat muttaqin, bisa melanggengkan amalan-amalan tersebut meskipun sedikit. Amiin.

Detik-detik pembacaan Naskah Proklamasi

Posted in Artikel, sejarah with tags , , , on August 14, 2009 by baedowie

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Read more »

Albert Einstein

Posted in tokoh with tags , , , on August 13, 2009 by baedowie

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.

Read more »

Idup gw di Bogor EduCARE

Posted in Artikel with tags , , , , , on August 13, 2009 by baedowie

wuiiiiiiiiiih………ga kerasa satu tahun sudah gw ngemban ilmu di Bogor EduCARE Suatu kampus yang satu-satunya bisa dengan cepat merubah kehidupan kaum muda yang Katro, gaptek, wong ndeso, dan apalah gitu,menjadi pemuda yang mandiri, berilmu, confidence, “kapake lah pokona mah” kusaha wae ge. Yakin ‘n sumpah, gw contohnya.sory, curhat bentar. bayangin coba gw dari kampung yang memang ga tawu banget masalah teknologi apalagi komputer, komo internet mah.

Read more »

Tips Menyambut bulan Ramadhan

Posted in Islam with tags , , , , on August 13, 2009 by baedowie

Oleh: Mochamad Bugi

Marhaban Yaa Ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

Noordin M Top di kepung

Posted in Berita Terkini with tags , , , on August 8, 2009 by baedowie

Pengepungan oleh Dnoordin-m-top-mix1etasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada sebuah rumah di tengah persawahan di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah hingga Jumat pukul 23.00 WIB belum menunjukkan kejelasan apakah di dalam rumah itu ada gembong teroris Noordin M Top atau tidak. Read more »

Nama Lain Bulan Ramadhan

Posted in Islam with tags on August 7, 2009 by baedowie
oleh Kang Taqi
Diantara nama bulan Ramadhan yang maghfirah adalah Syahrut Tabiyah dan Sahrul Jihad. Inilah nama-nama lain bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Ramadhan adalah tamu yang sangat agung yang selalu dinanti dan ditunggu oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ada beberapa hikmah dari bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini, yaitu sesuai dengan nama dari bulan Ramadhan itu sendiri. Bulan Ramadhan memiliki banyak nama disamping Ramadhan itu sendiri, diantaranya ialah :

1. Syahrut-Tarbiyah (Bulan Pendidikan)

Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah/bulan pendidikan, karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga.

Marhaban Yaa Ramadhan

Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu

bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.

2. Syahrul Jihad
Pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktifitas kita.

3. Syahrul Qur’an
Al-Qur’an petama sekali diturunkan di bulan Ramadhan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Al-Qur’an sehingga kita faham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya.

4. syahrul Ukhuwah
Pada bulan ini kita merasakan sekali ukhuwah diantara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di Masjid/Mushollah untuk melakkukan sholat berjama’ah. Dan diantara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita.

5. Syahrul ‘Ibadah
Bulan Ramadhan disebut juga dengan Bulan ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-qur’an.

Itulah diantara hihmah dari bulan Ramadhan sesuai dengan nama-namanya.

Pola Tidur dipengaruhi Gen

Posted in Kesehatan with tags , , , on August 3, 2009 by baedowie

sleep-heart-diseasesPara ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan bukti lebih banyak bahwa kebiasaan bangun pagi dan bangun siang, hal itu terjadi disebabkan oleh gen perorangan.

Peneliti mengatakan penemuan tersebut telah membantu memahami lebih baik bagaimana tubuh manusia bekerja, dan pengaruhnya dalam ganguan tidur.

Seperti kata orang, tidur lebih awal, bangun juga lebih awal. Namun dalam dunia peneliti masalah tidur, hal itupun bisa disebut sebagai penyakit, sama seperti gejala yang dirasakan orang yang sulit tidur dimalam hari. Read more »

Dampak iPods pada telinga manusia

Posted in Artikel with tags , on August 2, 2009 by baedowie

iPods Bikin Telinga Berdengung

Musik salah satu cara pendongkrak semangat, musik membuat hidup lebih hidup, tapi apa jadinya jika musik bikin telinga berdengung? Tentu bukan musik yang bikin telinga ‘ngungung’, tapi perilaku kita mendengarkan musik yang membuat pendengaran jadi tak tajam lagi.

Para peneliti di Australia menemukan sekitar seperempat pengguna iPods mengalami gangguan pendengaran. iPods mania atau pemakai portable music players lainnya sering beresiko mengalami kenaikan telinga berdengung (tinnitus) atau masalah pendengaran lainnya, kecenderungan ini lebih banyak dijumpai pada pengguna iPods yang gila-gilaan memutar volume iPods-nya.

National Acoustic Laboratories di Sydney meminta para responden mendengarkan musik dengan volume sebanding dengan perangkat bermesin motor (ie: mesin bor). Para peneliti menemukan bahwa tingkat dengungan (tinnitus) akan meningkat karena pendengaran tak bisa lagi mengadopsi kebiasaan normal telinga mereka.

Penelitian tersebut mencatat sekitar 25 persen responden cenderung mendengarkan iPods ataupun portable musik lainnya dalam kapasitas ‘bising’ sebanding dengan tingkat kebisingan suara-suara pada alat pemotong rumput maupun perangkat bermesin motor, dengan rata-rata intensitas diatas 85 decibels.

Dalam ukuran normal, orang dengan pendengaran normal audiogram-nya terletak antara 0 sampai 20 decibels, lebih dari 30 decibels dengan rentangan sampai 100 desibel berarti ada gangguan pendengaran.

Ukuran intensitas pendengaran normal dicatat dalam bentuk audiogram, dimana audigram yang terletak antara 30 sampai 40 decibels termasuk gangguan ringan. Dari 40 sampai 60 decibels termasuk skala sedang. Antara 60 sampai 90 desibel sudah berat. Sebagai gambaran, bunyi mesin bor jalanan sama dengan 100 desibel. Mesin pesawat terbang 120 desibel. Sedang ruangan yang tenang kira-kira sekitar 30 sampai 40 desibel.

“Menikmati alunan musik disco, menghadiri pesta dansa, bekerja di pabrik, mendengarkan musik sambil berkendara atau hanya mendengarkan musik didalam kamar, apapun kondisinya jika mengganggu telinga hal tersebut sudah termasuk kategori ‘kebisingan’,” ujar Professor Harvey Dillon, penggagas penelitian.

“Akan lebih baik jika mendengarkan musik dalam frekuensi normal, mungkin gangguan ini tak tampak dalam waktu dekat namun tak menutup kemungkinan memicu gangguan yang lebih berat beberapa tahun mendatang,” tambah Prof. Dillon.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.